4 Hak Anak

Anak merupakan aset suatu bangsa. Di tangan mereka lah, masa depan bangsa ditentukan. Maka dari itu anak harus dijaga, dirawat, dan dilindungi.

Meletusnya perang dunia pertama, menyebabkan banyak anak yang menjadi korban, mereka mengalami kesengsaraan, hak-hak mereka terabaikan, dan mereka menjadi korban kekerasan. Dengan berakhirnya perang dunia, tidak berarti kekerasan dan pelanggaran hak-hak anak berkurang. Bahkan eksploitasi terhadap hak-hak anak berkembang ke arah yang lebih memprihatinkan.

Pelanggaran hak-hak anak bukan cuma terjadi di negara yang sedang terjadi konflik bersenjata, tapi juga di negara-negara berkembang bahkan negara-negara maju. Permasalahan sosial dan masalah anak sebagai akibat dari dinamika pembangunan ekonomi diantaranya anak jalanan (street shildren), pekerja anak (child labour), perdagangan anak (child trafficking) dan prostitusi anak (child prostitution).

Berdasarkan kenyataan di atas, PBB mengesahkan Konvensi Hak-hak Anak (Convention On The Rights of The Child) untuk memberikan perlindungan terhadap anak dan menegakkan hak-hak anak di seluruh dunia pada tanggal 20 Nopember 1989 dan mulai mempunyai kekuatan memaksa (entered in to force) pada tanggal 2 September 1990. Konvensi ini telah diratifikasi oleh semua negara di dunia, kecuali Somalia dan Amerika Serikat. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hak Anak ini dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1996.

Hak-hak yang harus diperoleh anak ada banyak sekali. Tapi pada kesempatan kali ini, teman jurnalistik akan menyajikan 4 hak dasar anak. Mau tau apa aja? Check this out!

 

  • Hak Kelangsungan Hidup.

 

Hak untuk melestarikan, mempertahankan hidup, memperoleh standar kesehatan tertinggi serta perawatan yang sebaik-baiknya.Tidak ada pelaku atau kasus aborsi yang menghalangi kesempatan anak untuk hidup. Kemudian, anak-anak juga harus memiliki akte kelahiran sebagai tanda pengakuan.

 

  • Hak Tumbuh Kembang.

 

Hak memperoleh pendidikan dan hak mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral dan sosial.Anak-anak berusia 0-17 tahun mendapat ruang terbuka untuk mengembangakan diri, mendapat pendidikan layak, dan ketersediaan area bermain.

 

  • Hak Perlindungan.

 

Perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan dan keterlantaran. Anak-anak berhak mendapat perlindungan secara hukum, mendapat pembelaan, dan tersedianya lembaga sebagai wadah untuk melindungi anak-anak.

 

  • Hak Berpartisipasi.

 

Hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi anak. Suara anak-anak perlu didengar dan berpartisipasi dalam segala kesempatan.

 

Suatu bentuk pencegahan pelanggaran hak-hak anak, Pemkab Sidoarjo melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) telah membentuk FAS (Forum Anak Sidoarjo), agar hak-hak anak bisa berjalan secara optimal. Sehingga tak melakukan kegiatan negatif dan kenakalannya bisa berkurang.

”Jadi FAS itu untuk memberikan peluang dan ruang kepada anak dalam memperoleh hak-haknya, selanjutnya dapat digunakan sebagai bekal untuk berpartisipasi di dalam pembangunan,” terang Kepala BPMPKB Sidoarjo, Drs Ec M Ali Imron MM

Selain itu, rendahnya akses anak-anak terhadap proses pengambilan keputusan juga menunjukkan hak partisipasi anak belum terpenuhi. Sehingga diperlukan forum anak sebagai wadah bagi partisipasi anak dalam menyalurkan partisipasinya. Seperti FAS Kab Sidoarjo ini, yang akan dikembangkan sampai ketingkat kecamatan se Kab Sidoarjo. Bpk. Imron juga berharap agar forum itu memiliki fungsi sebagai wahana penyaluran minat, bakat sekaligus sebagai ajang bagi anak-anak untuk berkreasi dan berprestasi dengan menyenangkan.

Semoga program yang telah berjalan ini sukses dan berfungsi sebagaimana semestinya. Kita doa kan saja yaa sahabat Spensased!!

-deltawahyuu-

Share