Bali Itu Bagus

Hae gaess… Indonesia itu indah lo…, makanyaaa…jangan di rumah muluu… Ngehehe((:

Pada tanggal 3 Desember 2016, tepat 4 jam setelah UAS terakhir, seluruh murid kelas 9 SMPN 1 Sedati melaksanakan Study Tour atau Widya Wisata di Pulau Seribu Pura, Bali. Tujuan diadakannya study tour ini selain untuk rekreasi, juga untuk menambah wawasan melalui eksplorasi dan observasi. Sebelumnya, masing-masing kelas telah dibagi menjadi 6-9 kelompok yang terdiri dari 3-6 anggota tiap kelompoknya. Mereka memiliki tugas untuk mengeksplorasi objek wisata yang telah ditentukan oleh sekolah.  Kelas V.1 dan V.2 bertugas di Tanah Lot, kelas V.3 di Pantai Pandawa, kelas V.4-V.6 di Pantai Kuta, kelas V.7 dan V.8 di Pasar Seni Sukowati, Kelas V.9 dan III.9 di Kebun Raya, serta kelas III.10 di Danau Beratan Bedugul. Sedangkan, untuk objek wisata Museum Bajra Sandhi (Museum Puputan), Istana Kepresidenan Tampak Siring, dan Bali Clasic/Culture Centre Ubud (BCC Ubud), dieksplorasi oleh seluruh kelas. Setiap kelompok mempunyai ketua masing-masing, walau begitu, mereka haruslah tetap bekerja sama untuk bertugas dalam seluruh aspek yang ada pada objek wisata. Aspek-aspek tersebut meliputi:

  1. Aspek Geografis (kontur tanah, jenis batuan, iklim dan cuaca, dsb)
  2. Aspek Lingkungan Hidup (kualitas air, udara, makhluk hidup/flora fauna, dll.)
  3. Aspek Seni, Budaya, Agama, dan Kepercayaan (seni dan ritual keagamaan, peralatan ritual, dll.)
  4. Aspek Sosiologis (pranata kehidupan individual, pranata kehidupan sosial, dll.)
  5. Aspek Nasionalisme (peranan masyarakat Bali dalam sejarah kebangsaan NKRI) dan aspek lainnya yang mungkin muncul melalui ide dan kreativitas.

Hasil eksplorasi dan observasi masing-masing kelompok akan dituangkan dalam laporan seperti makalah yang nantinya juga akan ditampilkan secara visual dengan presentasi di hadapan seluruh wali murid kelas 9.

Sekitar pukul 13.15, SMPN 1 Sedati telah ramai dipenuhi seluruh murid kelas 9 dengan barang bawaannya. 7 bis telah siap di depan sekolah pula. Dalam 1 bis ditempati oleh kurang lebih 45 siswa dengan 2-3 guru pendamping. Bus berangkat sekitar pukul 14.00 WIB. Perjalanan kami lalui dengan senang dan gembira. Sekitar pukul 18.00, kami telah sampai di Restoran untuk makan malam, sholat dan istirahat sejenak. Tampak beberapa siswa laki-laki menonton pertandingan sepak bola di televisi restoran. Hehe:v. Tak lama kemudian, setelah selesai semuanya kami segera menuju bis masing-masing untuk melanjutkan perjalanan. Di perjalanan kita melewati sebuah PLTA Paiton dan tambang batu bara. Tak lama kemudian, sekitar pukul 23.00 barulah kita sampai di Pelabuhan Penyebrangan Ketapang, Banyuwangi. Setelah itu, kita langsung turun dari bis dan berjalan beriringan menuju kapal untuk menyebrang ke Pulau Dewata, Bali. Untunglah, saat itu tidak banyak orang atau wisatawan yang juga berkunjung ke Bali. Dan sekitar pukul 03.30 WITA, sampailah kita di Pelabuhan Penyebrangan Gilimanuk, Bali.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 04.30 WITA, dan kita telah tiba di Pura Tanah Lot. Sebelum memasuki Pura Tanah Lot, murid yang beragama Islam dianjurkan untuk sholat shubuh terlebih dahulu di mushola kecil daerah sekitar Pura Tanah Lot. Sedangkan yang beragama selain Islam, beristirahat dan beberapa ada yang memenuhi panggilan alam untuk ke toilet. Setelah itu, kami semua langsung masuk menuju Pura Tanah Lot dan menikmati semilir angin sejuk yang berlandscape dua pura sekaligus. Mereka yang bertugas hari ini segera mewawancarai BLI (jawa; mas)  yang ada di tempat tersebut. Lokasi disini sangat cocok untuk digunakan berfoto apalagi yang hobbynya ngefeeds instagram:v.

1 jam berlalu, kami segera menuju bis masing-masing setelah menikmati keindahan Pura Tanah Lot  yang di dalamnya terdapat ular suci. Konon, ular tersebut merupakan senjata untuk melindungi Pura Tanah Lot. Perjalanan dilanjutkan menuju ke Hotel Transit untuk mandi, makan pagi, dan berganti pakaian. Sekitar pukul 08.30, kami semua telah siap untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju Museum Bajra Sandhi (Museum Puputan). Lokasinya tidak begitu jauh dari hotel transit sebelumnya. Museum Puputan memiliki 17 anak tangga sebagai jalan masuk yang melambangkan tanggal kemerdekaaan NKRI. Dan setelah masuk, kita disuguhkan kolam melingkar yang memiliki pilar berjumlah 8 melambangkan bulan kemerdekaan dan di dalamnya terdapat beberapa ikan hias yang berenang riang. Selain itu tinggi museum yang mencapai 45m  juga adasebagai tanda tahun kemerdekaan yaitu 1945. Setelah puas mencari informasi yang ada melalui diorama peristiwa yang pernah terjadi di Bali dan tentunya berfoto dengan suka ria, kita langsung melanjutkan perjalanan menuju ke Rumah Makan di daerah sekitar Pantai Pandawa.

Setelah selesai makan siang, seluruh murid kembali menaiki bis untuk menuju ke Pantai Pandawa sebelah selatan. Disana, pemandangannya sangat indah sekali:v. Yap sangat membantu untuk menjadi objek sebagian feeds di instagram:v. Pantai Pandawa dikelilingi oleh batu kapur yang beberapa diantaranya memiliki selubung yang ditempati oleh patung-patung keluarga pandawa. Pantai Pandawa juga merupakan tempat yang paling menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara, karena Pantai Pandawa tergolong pantai alami yang masih memiliki pasir berwarna putih dan air yang jernih, sejernih embun pagi. Selain itu, Pantai Pandawa juga memiliki ombak yang cukup mengagetkan. Disana, banyak sekali turis mancanegara berenang, berejemur, dll. Sekitar pukul 14.30, seluruh murid telah bubar dari Pantai Pandawa dan bergegas untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Pantai Kuta. Waktu yang ditempuh untuk mencapai Pantai Kuta lumayan lama, yaitu sekitar 1 jam. Setelah sampai di Krishna yang kebetulan berada di area sebelum ke Pantai Kuta, kita diperintahkan untuk menaiki shutle atau angkot khusus untuk mengantar ke Pantai Kuta yang berisi max 18 orang.

Di Pantai Kuta tak jauh berbeda dari Pantai Pandawa. Hanya saja, Pantai Kuta memiliki pasir yang sedikit abu-abu kecoklatan. Katanya sih… Pantai Pandawa cocok banget buat menikmati pemandangan sunset. Jadi, pas banget deh kalau pergi kesana bareng doi *eh.  Setelah capek bermain-main di Pantai Kuta, waktu menunjukkan sekitar pukul 18.00 WITA dan saatnya kita pulang. Eh lebih tepatnya melanjutkan perjalanan berikutnya menuju Krishna. Krishna adalah pusat oleh-oleh khas bali yang lengkap dan terjangkau harganya. Jadi, jangan heran deh kalo lihat murid kelas 9 dan guru SMPN 1 Sedati berbelanja  sampai keranjangnya penuh. Setelah kurang lebih 1,5 jam berbelanja, saatnya makan malam tiba. Kebetulan makan malam juga dilaksanakan di Krishna. Malam itu suasana benar-benar senang bercampur melelahkan. Dipadu sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Devina (V.2) di panggung restoran menambah suasana hangat malam itu. Selesai makan, kami  melanjutkan perjalanan untuk ke Hotel Natya untuk murid di bis 3-7 dan Hotel B untuk murid  bis 1 dan bis 2. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Jarak antara kedua hotel kurang lebih 1,5 km. Setelah sampai di hotel dan mendapat kunci kamar masing-masing, seluruh murid segera menuju kamar dan membawa barang miliknya masing-masing, menuju lift bagi yang kamarnya berada di lantai 2-4. Setelah sampai di kamar, mereka mandi dan beristirahat. Tapi adapula yang masih nampak berenang di kolam renang hotel dan ada juga yang masih makan (lagi). Udara di Bali cukup nyaman untuk dinikmati di malam hari, apalagi jika musim hujan datang. Suasana menjadi komplit.

Pagi hari, 06.30 WITA, seluruh siswa-siswi telah berkumpul di ruang makan hotel untuk menikmati hidangan sarapan pagi. Mereka tampak berwajah senang dan antusias untuk kunjungan objek wisata hari kedua ini. Setelah selesai makan, mereka bergegas menaiki bis masing-masing dengan mengenakan seragam putih biru lengkap dengan sepatunya menuju Istana Kepresidenan Tampak Siring. Perjalanan kami lalui dengan senang bersama guide yang akrab kita sapa dengan ‘BLI’ (jawa;mas). Dalam perjalanan sering kita temui masyarakat Bali yang melaksanakan upacara atau ibadah keagamaan di Pura Desa mereka. Suasana jalan menjadi ramai. Banyak wanita berumur yang mengangkat sesajian di atas kepala mereka sebagai persembahan untuk Dewa mereka. Sesampainya di Istana Tampak Siring, para murid diarahkan untuk terbagi menjadi beberapa kelompok dan  diantar oleh guide langsung dari Istana Presiden Tampak Siring untuk menjadi fasilitator eksplorasi yang akan dilakukan selanjutnya. Selang waktu 1,5 jam, kami telah selesai menjelajahi 19 hektar istana tersebut dan langsung bergegas menuju bis untuk melanjutkan perjalanan menuju ke BCC Ubud.

Setelah sampai di BCC Ubud, kita dipersilahkan untuk menikmati tarian khas Bali di panggungt terbuka, diantaranya Tari Monyer, Tari Kakek Tua, Tari Barong,dll. Beberapa siswa dan siswi adapula yang ikut menari di panggung terbuka.  Setelah pertunjukan tari selesai, kita bergegas menuju ke bagian BCC Ubud lainnya untuk melihat kehidupan kemasyarakatan di Bali. Eh tapi sayangnya, hujan turun dengan tiba-tiba. Semakin lama hujan turun semakin deras membuat kita yang telah berteduh di beberapa pendopo memutuskan untuk kembali ke bis dan selesailah tujuan kita ke BCC Ubud kali ini. Setelah menaiki bis kita melanjutkan perjalanan menuju Pasar Seni Sukowati yang letaknya tak seberapa jauh dari objek wisata sebelumnya. Disana kami disuguhkan beberapa orang yang berjualan saling menarik pelanggannya. Setelah beberapa siswa dan siswi berbelanja dengan bakat mak-mak yang adu tawar harga selesai, kami bergegas menuju bis yang kebetulan saat itu hujan mulai reda. Setelah dari Pasar Seni Sukowati, bis langsung tancap gas menuju Rumah Makan Mr. Kuta Bali yang kebetulan posisinya terletak di depan Hotel Natya. Tanpa toleh kanan kiri, segeralah para murid langsung turun dari bis dan mengambil makanan sesuai perintah perut mereka masing-masing.

Suasana malam itu sangat melelahkan teteapi juga menggembirakan. Alunan musik yang menggugah banyak siswa laki-laki untuk maju ke depan panggung dan berjoget ria bersama biduan dalam rumah makan tersebut. Setelah kurang lebih 1 jam di rumah makan, para murid juga sudah mulai lelah segera menuju ke bis untuk kembali menuju ke hotel mereka masing-masing. Jalan yang dilewati kebetulan tepat di area Tol Bali yang sangat indah mengapung di atas laut. Setelah sampai hotel, mereka bebas melakukan aktivitas masing-masing yang setelah itu pasti dilanjut berlibur di pulau kapuk alias tidur.

Hari terakhir tiba. Selasa, 6 Desember 2016 pukul 06.30 WITA seluruh murid kelas 9 telah siap untuk sarapan pagi. Setelah sarapan pagi, mereka  bergegas membawa seluruh barang mereka yang telah dikemasi sebelumnya dan segera check-out dari hotel. Pukul 08.00 WITA bis berangkat menuju ke Pabrik Kata-kata Joger. Disana mereka diberi waktu 1,5 jam untuk berbelanja sekaligus bereksplorasi. Tak lupa juga untuk berfoto di area luar Joger. Setelah puas belanja di Joger, acara dilanjut makan siang di daerah kawasan Bedugul. Setelah makan siang usai, dilanjutkan ke Kebun Raya Eka Karya, Bedugul. Disana suasana sangat sejuk dan asri. Dunia serasa kelebihan oksigen:v. Hijaunya kebun raya membuat mata kembali segar. Walaupun jalan yang harus kita lalui dengan jalan kaki sangat panjang, tapi semangat kami tak akan pernah hilang((: . setelah puas mengeksplor Kebun Raya Eka Karya plus foto-fotonya, kami langsung menuju bis mengingat waktu. Setelah itu bis berangkat menuju Danau Beratan Bedugul/Bedugul Candi Kuning.

Jalan yang kita lewati sangat terjal karena banyak tikungan tajam. Suasana di Bedugul sangat dingin menggetarkan bibir. Tak lama kemudian sampailah kita di objek penutup ini. Beberapa murid tampak berfoto dan adapula yang menaiki speed boat, perahu dayung, mainan anak-anak, dll. Mereka tampak memuaskan diri karena ini adalah objek wisata terkahir yang dikunjungi dalam Study Tour kali ini. Danau Beratan dan Candi Kuning Bedugul sangat indah, seindah semua cerita yang telah kita semua lewati di Bali bersama. Setelah jam habis, kami langsung beregegas menuju bis untuk pulang. Sekitar pukul 18.00 sampailah kita di Pelabuhan Penyebrangan Gilimanuk, Bali. Kemudian dilanjutkan perjalanan di atas air menuju ke Pelabuhan Penyebrangan Ketapang Banyuwangi. Dalam perjalananan semua tempak sedih dan capek. Setelah itu, kita mampir ke Rumah Makan Lokal di daerah setelah Pelabuhan. Setelah makan dan sholat perjalanan dilanjutkan kembali untuk sampai di SMPN 1 Sedati tercinta. Sekitar pukul 03.30 WIB bis sudah parkir di depan gerbang sekolah kita lagi. Tak terasa yaa.. perjalanan telah usai. Tinggal kita menikmati semua kenangan yang ada melalui ribuan foto yang kita ambil. Bali, I will always miss u…..

-mutiararj

 

–GALERY–

Share