Berbagai Telur yang Mengagumkan

  1. Telur Burung Parkit

    Di alam bebas, burung Parkit biasanya berkembang biak pada bulan Oktober-Desember. Saat musim kawin, parkit jantan akan memulai lebih dulu dengan mencumbu rayu betina pilihannya. Setelah keduanya saling cocok, terjadilah perkawinan.Parkit jantan dikenal sangat setia dengan pasangannya. Kesetiaan ini terjadi dalam periode yang cukup panjang. Pada saat parkit betina sedang aktif bertelur di dalam sarang, parkit jantan dengan sabar menunggu di dekatnya sambil bersiul. Apabila ada parkit lain yang mengusik, parkit jantan akan langsung menghalaunya.

    Selama proses bertelur parkit betina menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam sarang. Burung ini akan keluar sebentar dari sarangnya bila ingin makan atau minum. Selama periode bertelur, parkit betina tampak sangat agresif. Untuk itu, perlu dihindari adanya gangguan-gangguan dari luar kandang. Biasanya parkit bertelur pada pagi hari. Telur parkit berwarna putih bersih, bentuknya agak bulat dengan ukuran panjang dan lebar rata-rata 18,6 mm x 15 mm. Berat tiap telur rata-rata 2,5 gram. Jumlah telur yang dihasilkan rata-rata enam butir. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi telur-telur tersebut kurang lebih 19 hari. Selesai periode bertelur, induk betina akan mengerami telur-telurnya. Parkit jantan tidak ikut dalam proses pengeraman. Pejantan hanya mengirim makanan dari luar kotak sarang untuk betinanya. Biasanya, pengeraman berlangsung selama 17 hari. Setelah itu telur akan menetas.

  2. Telur Cacing Tanah

    Sepasang cacing tanah dewasa dapat berkembang biak hingga menghasilkan 1500 ekor cacing dalam satu tahun. Populasi cacing tanah mengalami peningkatan hingga 100% setiap 4-6 bulan. Cacing tanah akan membatasi perkembangbiakan mereka agar sesuai dengan makanan yang tersedia dan ukuran tempat hidup mereka.
    Cacing tanah adalah hewan hermafrodit (organ kelamin jantan & betina di dalam satu individu). Meskipun hermafrodit, cacing tanah tidak bisa melakukan reproduksi sendirian karena tidak bisa menyatukan organ kelamin jantan dan organ kelamin betina mereka sendiri. Cacing tanah akan aktif untuk bereproduksi pada keadaan hangat dan lembab.

    Cacing tanah dewasa dapat kawin kira-kira sekali setiap 10 hari, dan dari perkawinan itu, dapat menghasilkan satu atau dua kepompong. Satu kepompong dapat menampung hingga 10 telur, namun biasanya hanya 4 cacing muda yang akan menetas.


    Telur cacing tanah dapat menetas setelah 3 minggu jika cuaca hangat, namun bisa mencapai 3 bulan jika cuaca dingin. Saat anak cacing tanah siap keluar, kepompong berubah warna menjadi kemerahan dan berukuran sebesar biji anggur. Anak cacing tanah yang baru menetas berukuran sekitar 1.2 cm, tanpa organ reproduksi, berwarna keputihan dengan semburat merah muda yang menunjukkan pembuluh darah mereka.

    Cacing tanah akan mulai matang secara seksual saat clitellum terbentuk dengan sempurna (usia 10-55 minggu, tergantung spesies). Pertumbuhan berat tubuh cacing tanah akan melambat setelah melewati tahap ini.

    Sebagian cacing tanah akan mati pada tahun yang sama saat mereka dilahirkan. Sementara yang lain dapat hidup hingga usia 5 tahun atau lebih. Cacing tua ditandai dengan bagian ekor agak pipih dan warna kuning pada ekor sudah mencapai punggung. Bila cacing tanah masih produktif, warna kuning masih ada di ujung ekor.

  3. Telur Buaya

    Binatang apa yang mampu bertahan hidup dari bencana zaman Kapur, yang memusnahkan dinosaurus 65 juta tahun lalu? Banyak yang tidak menyangka, keluarga buaya adalah reptil yang selamat dari bencana zaman Kapur. Keluarga buaya yang terdiri dari 23 jenis sudah hidup lebih dari 200 juta tahun di muka Bumi, telah ada sebelum dinosaurus muncul dan hingga kini masih menghuni Bumi.

    Sejak lama para ahli biologi meneliti sifat-sifat buaya, untuk mengetahui apa rahasianya sehingga binatang ini bisa bertahan hidup dari kiamat yang memusnahkan reptil besar lainnya, dinosaurus. Ada pendapat dari para ahli biologi, yakni jika ingin belajar bertahan hidup cukup lama, belajarlah kepada keluarga buaya. Salah satu karunia alam bagi buaya sehingga dapat bertahan hidup selama 200 juta tahun, buaya dilahirkan sebagai reptil berdarah dingin. Dengan begitu sirkulasi darah serta aktifitasnya ditentukan oleh dingin atau hangatnya lingkungan.

    Buaya seperti juga reptli lainnya tidak banyak melakukan aktifitas dan menjemur badannya agar suhu tubuhnya naik. Bila sudah cukup hangat, buaya melakukan aktifitasnya, terutama mencari makan. Sifat unggul lainnya dari buaya, adalah pola berkembang biaknya. Secara genetis, telur buaya tidak mengandung kromosom kelamin. Telur buaya menetas menjadi anak buaya jantan atau betina amat tergantung dari suhu sarang tempatnya menetas. Suhu sarang yang dingin atau ekstra hangat, akan menghasilkan anakan buaya berkelamin betina. Jika suhunya moderat, yang menetas adalah anak buaya jantan. Bila suhu bervariasi, maka bisa menetas buaya jantan dan betina pada satu sarang.
    Dalam penelitian terhadap seluruh jenis buaya yang ada di muka Bumi, terlihat pola penetasan yang serupa. Para ahli biologi menarik kesimpulan, bahwa pola penetasan semacam itu merupakan hasil adaptasi selama jutaan tahun. Namun kemudian muncul pertanyaan, bukankah dinosurus juga termasuk keluarga reptil ? Mengapa dinosaurus musnah 65 juta tahun lalu, tetapi buaya tidak ? Apa keunggulan buaya, sehingga bisa lolos dari bencana dahsyat akibat jatuhnya meteorit besar 65 juta tahun lalu ?
  4. Telur Burung Kenari

    Burung kenari / Canary Breeding adalah salah satu burung yang mudah ditangkarkan. Pada umumnya indukan yang sudah siap dikimpoikan untuk kenari jantan berumur sekitar 8 bulan sedangkan untuk indukan burung kenari betina kira-kira berumur 6 atau 7 bulan. Jadi anda harus memperhatikan kapan kenari siap untuk dikimpoikan. Bila Burung kenari betina mulai menyusun dan merapikan sarang berarti sang betina ini sudah siap untuk bertelur. Masa pengeraman telur kenari kurang lebih sekitar 14 hari. Burung kenari betina akan bertelur sebanyak 3 atau 4 bahkan bisa juga lebih dari itu tergantung dari kualitas burung itu sendiri. Namun pada umumnya maksimal jumlah telur burung kenari adalah 4.
  5. Telur Amphibi
  6. Telur Katak Bertaring

  7. Telur Belut Srigala


  8. Telur Serangga
  9. Telur Burung Kiwi
  10. Telur Capung
Share