(mungkin) Cerpen : Lawas Tapi Bebas

Maraknya transportasi modern selalu berkembang seiring berjalannya waktu, begitu juga dengan kota tercinta kita ini, Sidoarjo. Peranan transportasi sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di Sidoarjo. Sehari-hari mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan berbagai pekerjaan. Sidoarjo juga  memiliki banyak sekali karya yang dihasilkan oleh masyarakatnya. Karya-karya tersebut diperjualbelikan, baik di daerah Sidoarjo maupun luar Sidoarjo. Karya-karya tersebut banyak kita jumpai, seperti Batik khas Sidoarjo di Kampung Batik Jetis, Sepatu Kulit khas daerah Punggul, serta masih banyak lagi. Nah, karya inilah yang berhasil membuat Sidoarjo menjadi Kota UKM. Berhasilnya UKM di Sidoarjo ini tidak luput dari peranan transportasi yang tersebar di Sidoarjo. Transportasi tersebut seperti Bus Umum, Angkot, Mobil Pribadi, Taksi, dan Transportasi Online. Transportasi Online yang sering kita jumpai seperti Go-Jek, Taksi Uber, My-Jek, dan masih banyak lagi.  Transportasi tersebut mengantar barang-barang karya masyarakat ke berbagai tempat, bahkan sampai ke luar kota dengan ongkos yang relatif terjangkau.

Selain masyarakat anggota UKM, masyarakat yang lain juga sangat bergantung pada Transportasi Online. Mereka mengejar waktu untuk bekerja, sekolah, mengajar, dan lain-lain dengan hanya bermodal smartphone di tangan mereka. Bagaimana tidak? Mereka sangat sibuk dan tidak sempat untuk menunggu Taksi biasa dengan bermodal “awe awe’’. Jangankan menunggu taksi, sarapan di rumah saja kadang tidak sempat mereka habiskan. Transportasi Online semakin maju dan berkembang, bahkan sempat ada persaingan dengan Taksi biasa. Keseharian mereka tampak kurang sempurna tanpa hadirnya Transportasi Online. Transportasi Online telah bisa menyaingi kendaraan biasa lainnya karena harganya yang bisa diperkirakan antara jarak penjemputan dan tujuan dengan hanya bermodal satu aplikasi di smartphone. Metode yang digunakan pun juga berbeda, ada yang hanya menggunakan aplikasi dan telpon, ada juga yang menggunakan GPS untuk mengetahui keberadaan pasti passenger maupun si driver. Wah… hebat kan ya.

Lalu, Bagaimana dengan para pelajar yang jarak rumah dan sekolah cukup jauh? Ya, seperti yang kita lihat di SMPN 1 Sedati telah berjajar banyak sekali Mobil antar jemput setiap harinya. Dengan bermodal mobil cukup besar seperti Grand Max dan yang serupa mampu menarik perhatian wali murid yang mendaftarkan anaknya memasuki jenjang sekolah baru. Mobil-mobil antar jemput tersebut selalu berderet rapi setiap ada daftar ulang murid baru. Dengan berbekal banner yang cukup, para wali murid memiliki banyak pilihan untuk menentukan mobil mana yang akan mengantar jemput putra putrinya setiap hari. Mobil-mobil antar jemput tersebut memiliki banyak sekali penawaran, seperti perkiraan harga, kenyaman di dalam kendaraan, serta lama menunggu. Mobil-mobil tersebut memiliki tarif harga yang berbeda-beda mulai dari 300 ribu-500 ribu setiap bulannya. Belum lagi harus menunggu bila ada teman yang belum pulang atau belum selesai mengikuti kegiatan di sekolah.

Disamping banyaknya mobil antar jemput di SMPN 1 Sedati, ada salah satu yang menarik perhatian kami, yaitu adanya antar jemput bukan berupa mobil, tetapi berupa angkot. Coba bayangkan! Pasti siswa maupun siswi yang menaikinya akan tampak seperti ibu-ibu yang telah usai membeli sayur di pasar dan mengawe-awe sebuah angkot. Tapi tidak, antar jemput yang satu ini benar-benar antar jemput. Maksudnya, ia sama seperti mobil antar jemput yang lain, hanya berbeda jenis kendaraannya saja. “Pak Syukur” itulah nama sopir atau driver angkot antar jemput ini. Hanya dengan bemodal angkot yang berwarna hijau muda ini, Pak Syukur telah banyak dikenal oleh siswa-siswi, wali murid, bahkan guru di SMPN 1 Sedati. Setiap pagi beliau mengendarai angkotnya untuk menjemput murid yang menjadi penumpangnya. Berangkat dari rumah di daerah Taman, Sidoarjo, Pak Syukur bergegas menuju Desa Wage, Wage Asri, dan yang lainnya. Untuk saat ini, siswa dan siswi yang menjadi penumpang diantar jemput ini berjumlah 16 orang. Di dalam angkot, mereka tidak berdesak-desakan karena sudah ditarget oleh Pak Syukur bahwa kapasitas dalam angkot hanya 17 orang.

Mereka yang menaiki angkot ini tampak senang dan gembira karena mereka bisa bebas melihat kanan kiri tanpa ada penutup berupa kaca seperti pada antarjemput lainnya. Walupun kendaraan angkot yang dinaiki lawas, tetapi mereka bersyukur karena bisa menghirup udara dengan bebas tanpa perlu menggunakan Air Conditioner. Soal tarif harga, dijamin antarjemput ini paling murah guys…”Biasanya sih cuma 250.000 setiap bulan, dan kalau sampe ke rumahku di daerah Bangah, cukup cepat, ya… sekitar pukul 06.09”, Pungkas Diva (V.2), salah satu siswi yang ikut menjadi penumpang di angkot antarjemput ini. Pak Syukur, sopir angkot ini , juga sangat baik dan ramah walau bukan dengan murid pelanggan antarjemputnya. Angkot antar jemput ini selalu mangkal di depan tempat untuk jajan siswa-siswi di luar sekolah. “Pak Syukur sukanya menraktir kita mie ayam, kadang juga dibelikan bakso”, ungkap Aya (V.9), salah satu siswi yang ikut antarjemput ini dengan tersenyum manis.

Selain melayani antarjemput, Pak Syukur juga menyewakan mobilnya. Mungkin  ada murid yang akan menyewa untuk mengantar ke tempat lain, seperti jika ada Turnamen Basket antarsekolah yang diadakan di sekolah lain, Pak Syukur telah siap untuk mengantar. Namun, sebelumnya para siswa yang berkepentingan seperti Tim Basket telah janjian terlebih dahulu jauh-jauh hari dengan Pak Syukur. Tarif harga yang harus dibayar pun relatif murah untuk kantong pelajar. Angkot Pak Syukur juga terkadang disewa oleh ibu-ibu yang tinggal di lingkungan sekolah untuk pengajian, perkumpulan, dan lain lain. Para murid yang ikut antar jemput ini, jarang telat sekolah maupun pulang, karena Pak Syukur datang lebih awal agar tidak telat dan tidak lama menunggu. Sebagai driver professional tentunya Pak Syukur tidak mau penumpangnya kecewa atas hasil kerjanya.

Jika diperhatikan, tampaknya sangat menyenangkan jika kita masih menggunakan jasa angkutan umum tanpa harus melalui aplikasi online. Semua manusia mempunyai cara bekerja sendiri-sendiri. Sudah sepatutnya kita tetap menghargai angkutan umum yang ada di Indonesia, terutama di Sidoarjo disamping transportasi online yang terus ada kapan pun kita mau. Angkutan umum seperti antarjemput di SMPN 1 Sedati ini mampu mempererat persaudaraan sebagai siswa-siswi di SMPN 1 Sedati. Melalui angkot ini, kita bisa bercanda dan berbagi pengalaman bersama. Selain itu, kita juga bisa merasakan “teman beneran”, maksudnya tidak hanya teman di dunia maya yang kita gandrungi itu, tetapi masih banyak teman-teman lain yang jauh lebih mengasyikkan ketimbang teman di dunia maya yang kadang tidak jelas orangnya. Untuk itu, Yuk… imbangi penggunaan transportasi online dan angkutan umum agar SDM di Indonesia tidak menurun, tetapi meningkat. Selain itu, juga jangan mudah percaya dengan omongan orang yang tidak dikenal yang biasanya terjadi di angkutan umum, karena itu bisa membahayakan keselamatan. –Mutiara RJ-

Share