Sejarah

Kebutuhan masyarakat di wilayah kecamatan Sedati, utamanya warga kompleks rumah dinas TNI-AL Juanda, atas pendidikan menengah pertama sudah terjawab sejak  tanggal 1 Januari 1976, karena  di wilayah komplek TNI –AL Juanda telah dibuka SMP Lanudal Juanda dengan status Filial II (Kelas Jauh) dari SMP Negeri I Sidoarjo yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur Nomor 256/S/M2/SK Tanggal 24 Desember 1975.

Karena sudah memenuhi syarat untuk menjadi sekolah mandiri, sejak tanggal 30 Juli 1980 berdasarkan Kepmendikbud  nomor 0207/0/1980 Sekolah Filial II SMP Negeri I Sidoarjo diubah statusnya menjadi SMP Negeri dengan nama SMP Negeri  Juanda.

Dalam perjalanan waktu,  SMP Negeri Juanda berubah nama menjadi SMP Negeri I Sedati mulai tanggal 24 Agustus 1989 berdasarkan Kepmendikbud No. 0507/0/1080. Dan akhirnya pada tanggal 30 Mei 2006 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dirjen Manajemen Dikdasmen No. 758a/C3/Kep/2006 SMP Negeri I Sedati resmi ditetapkan menjadi Sekolah Menengah Pertama Standar Nasional  (SMP – SSN).

Sampai sekarang sudah 16 Kepala Sekolah yang pernah memimpin sekolah ini, termasuk ketika masih  menjadi  Fillial  II  SMP  Negeri  I  Sidoarjo  yaitu : (1) Toni Subianto, BA, (2) M.Suharto, BA, (3) Suprapto, BA,  (4) Harjoso, BA,  (5) R.Soedjarwo,  (6) Woeljaningsih (PLH),   (7) Mulyono, BA, (8) Achmad Moenif, BA, (9) Seger Harjo Sutrisno, BA, (10) Soegiarto, BA, (11) Drs.Margono (PLH) (12) Drs. Faturrahman, M.Sc, (13) Drs. H.Soeyono, M.Si , (14) Drs. Purnomo, M.Pd. (15) Dr.H.Abdul Latief, ST, MM. sejak tanggal 17 Januari 2014 sampai dengan November 2017. Sejak November 2017 sampai saat ini, Kepala SMP Negeri 1 Sedati dijabat oleh Ibu Hj. Retno Untari Hadi Putranti, S.Pd., M.Pd.

Babak baru dimulai ketika Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Dikdasmen menetapkan  SMPN 1 Sedati sebagai SMP-RSBI (Sekolah Menengah Pertama – Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) pada tanggal 3 November 2008 dengan surat nomor 1739/C3/D5/2008. Peningkatan status ini adalah hasil perjuangan Kepala Sekolah Drs. H. Soejono, M.Si., yang penetapannya datang pada saat kepala sekolah dijabat oleh Drs. Purnomo, M.Pd.

Dengan status RSBI ini, mau tidak mau SMPN 1 Sedati harus bergesekan dengan SMP-RSBI lainnya yang sarat dengan prestasi dan keunggulan. Inilah yang menjadikan SMPN 1 Sedati tidak hanya sekedar bergerak namun berlari cepat seperti terbang melayang menuju cita, sehingga dua orang gurunya sempat mencicipi pendidikan di luar negeri, yakni guru matematika bapak Sukastowo Yudo P., S.Pd. sempat mendapatkan short course English for Mathematics Teacher di Edith Cowan University  (ECU) di kota Perth, Australia Barat. Dan satu lagi guru IPA, ibu Shihatul Fathiyyah, S.Pd. yang sempat mencicipi pendidikan di  University National of Thailand.

Sayang seribu sayang, belum tuntas mewujudkan impian ke dalam kenyataan, Mahkamah Konstitusi RI memutuskan bahwa seluruh RSBI di Indonesia harus dibekukan dengan Keputusan No. 5/PUU-X/2012 tanggal 8 Januari 2013. Sempat terjadi keragu-raguan pada SMPN 1 Sedati menghadapi kondisi ini, namun untunglah respon terhadap keputusan MK yang cepat dari paguyuban komite sekolah ex RSBI di wilayah Sidoarjo, mendorong Bupati Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan menunjuk SMPN 1 Sedati beserta 4 sekolah lainnya  (SMPN 1 Sidoarjo, SMAN 1 Sidoarjo, SMAN 1 Krian dan SMAN 3 Sidoarjo), menjadi SPP–SKS (Satuan Pendidikan Penyelenggara Sistem Kredit Semester) dengan Keputusan Bupati Sidoarjo No.188/410/404.1.3.2/2013 tanggal 14 Mei 2013.

Saat ini SMPN 1 Sedati telah berhasil meluluskan 4 angkatan peserta didik program 4 semester (dulu namanya program akselerasi) yang beberapa peserta didik tersebut telah memberikan kebanggan kepada SMP Negeri 1 Sedati dengan berhasil diterima tanpa tes sebagai mahasiswa PTN ternama di Indonesia. Mereka adalah (1) Shafa Prasita mahasiswa FKG Universitas Airlangga, (2) Mohammad Alifi Agfareza mahasiswa FK UGM, (3) Risky Wahyu Firmansyah mahasiswa Teknik Pertambangan ITB, (3) M. Fuad  mahasiswa FK Universitas Brawijaya.

Saat ini secara total SMP Negeri 1 Sedati memiliki 31 rombonghan belajar (rombel) yang terdiri  atas 3 rombel program belajar empat semester dan 28 rombel program belajar enam semester. Atau jika dikelompokkan menurut semesternya, ada  11 rombel semester 1 dan 11 rombel semester 3 dan 9 rombel semester 5. Rombongan belajar program empat semester adalah rombongan belajar program SKS 4 semester yang diharapkan bisa menyelesaikan pendidikan di SMPN 1 Sedati dalam waktu 4 (empat) semester. Mereka ada di kelas 1.11 (semester 1 rombel ke 11) dan kelas 3.10 & 3.11 (semester 3 rombel ke 10 dan 11).

Demikian sedikit gambaran tentang SMP Negeri I Sedati mulai berdirinya tahun 1976 sampai dengan sekarang yang telah mengalami perubahan dan kemajuan yang sangat pesat.

 

 

Update : 4 September 2018

Share