Purnatugas di SMP Negeri 1 Sedati

purnatugas smpn 1 sedati

“Di dalam hidup, banyak orang yang datang dan pergi. Allah telah menjumpakan kita dengan orang-orang yang Dia telah gariskan dalam catatan takdir. Mereka pun datang silih berganti. Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas di hati. Ada yang telah lama berjalan beiringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya. Ada yang datang pergi begitu saja seolah tak pernah ada.

Maka sudah fitrah, bila ada pertemuan pasti ada perpisahan..
Di mana ada awal, pasti akan ada akhir. Dan Akhir sebuah perjalanan, ia akan menjadi awal bagi perjalanan lainnya,,,

Ketika harus berpisah tentunya banyak hal yang sulit kita untuk melupakannya. Setidaknya pasti terselinap momen istimewa dan berharga yang membuat kita sukar untuk melupakanya. Adakalanya fenomena tersebut berupa kesenangan, kegembiraan dan tak sedikit pula berupa kesedihan, kesengsaraan dan menyakitkan.

Fenomena itulah yang selalu menyusup ke relung fikiran dan perasaan. Sehingga disetiap hari kita merindukan akan datangnya pertemuan bersama teman-teman. Segala upaya kita coba untuk mewujudkan pertemuan itu tapi apalah daya Tuhan pula yang menentukan. Pertemuan yang mestinya telah kita rencanakan dan tentukan dengan berbagai macam kegiatan akhirnya tidak bisa juga untuk kita wujudkan.

Teringat dulu saat bersama-sama berjuang untuk membesarkan nama SMPN 1 Sedati hingga berhasil mewujudkan menjadi RSBI.Dari sekolah yang tidak dilirik masyarakat kini menjadi sekolah yang tak habis peminatnya. Teringat dulu saat kita bersama-sama berjuang menyelesaikan seluruh tugas-tugas yang diberikan, yang membuat kita mengerti akan arti sebuah keletihan dan keseriusan dan perjuangan. Kami masih terus teringat akan canda-tawa, tutur-kata dan tingkah polah yang selalu menyertai perjuangan kita, yang sudah lama tidak pernah lagi terdengar semenjak perpisahan menghampiri kita.., yang kini semuanya itu hanya tinggal kenangan yang tak terlupakan….
Pak Zainal…
Pak Ismunarko…
Pak Sutiyono…

Semoga pengabdian panjenengan semua menjadi amal jariyah dan keberkahan hidup.Dari sekian banyak aktifitas dan kegiatan, kami sadar selama kita berjuang bersama-sama dahulu banyak kekurangan maupun kesalahan yang keluar dari canda-tawa, tutur-kata dan tingkah-polah yang membekas dan menyakitkan kami mohon maaf yang ikhlas…

Melalui catatan pendek ini ikhlaskanlah segala kesalahan-kesalahan yang telah kami lakukan, yang mungkin pernah menyakiti hati panjenengan semua….
Pak Purnomo…Selamat Jalan…Semoga Khusnul Khotimah…
(Tim Medisti)

Share