Serunya Diklat PMR di SMPN 1 Sedati

Halo sahabat Spensased! Kalian tahu tidak pada 22-23 September 2016 ada diklat orientasi PMR di sekolah kita tercinta. Diklat orientasi ini dilakukan untuk melantik anggota-anggota PMR yang baru, yaitu siswa kelas 7 dan kelas 8. Diklat yang pertama pada hari Sabtu tanggal 22 September 2016 tidak banyak melakukan kegiatan. Kegiatan yang pertama dilakukan ialah upacara pembukaan yang dibina oleh Kak Rafius. Upacara dilakukan pada pukul 15.10–15.44.WIB.

Setelah itu, peserta diklat menuju kelas 3.3 untuk menerima materi yang disampaikan oleh senior kelas 8 dan 9. Materi yang disampaikan ialah fungsi Palang Merah bagi kehidupan, sejarah Palang Merah, sejarah Solferino dan lain-lain. Peserta diklat mendengarkan dan memahami dengan baik sesuai dengan apa yang disampaikan. Materi berlangsung pada pukul 15.45-16.20 WIB. Lalu, para peserta diklat mulai membentuk kelompok-kelompok pada pukul 16.25 WIB untuk membuat yel-yel terbaik dan menempel poster-poster yang akan ditempel pada hari Senin. Poster-poster yang akan ditempel berupa ajakan untuk melestarikan lingkungan sekitar kita yang dapat kalian lihat di tembok-tembok sekolah. Selain itu, mereka juga melengkapi fasilitas kamar mandi seperti sabun dan lain-lain. Kemudian, para peserta diklat bergegas pulang dan mengisi kas pada pukul 17.00.WIB.

Esok harinya, lebih tepatnya pada hari Minggu tanggal 23 September 2016, diklat dilanjutkan. Pada hari ini, banyak kegiatan kepalangmerahan yang dilakukan. Para peserta diklat berkumpul pada pagi hari  pukul 07.30WIB di kelas 3.3. Setelah itu, mereka menerima materi lagi tentang sejarah Palang Merah yang disampaikan oleh senior kelas 8 dan 9. Para peserta diklat aktif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan senior, serta bertanya hal-hal yang tidak dipahami mengenai materi yang disampaikan. Lalu, materi berganti pada pukul 08.30WIB  tentang tujuan Palang Merah. Selesai materi ini, materi berganti tentang gerakan Palang Merah. Kemudian materi yang terakhir tentang fungsi dan penyalahgunaan lambang Palang Merah. Setelah penyajian materi berlangsung sekitar 3 jam, para peserta diklat berkumpul dengan kelompok masing-masing. Kemudian, para peserta diklat bersiap-siap untuk memasak makanan sendiri dengan bahan yang sudah dibawa. Mereka memasak makanan sendiri dengan kompor yang telah disediakan. Menu makanan yang dimasak adalah sayur lodeh dengan lauk ikan lele dan tempe. Untuk senior, mereka menanak nasi dengan beras yang dibawa oleh peserta diklat dari rumahnya. Menu makanan yang dimakan oleh senior yaitu soto.

Setelah semua makanan matang, mereka makan bersama. Semuanya terlihat sangat gembira. Kegiatan ini membuat satu sama lain menjadi lebih akrab dan lebih dekat. Setelah selesai makan bersama, para peserta diklat yang beragama muslim melaksanakan sholat berjamaah bersama di masjid. Sementara yang nonmuslim, mereka beristirahat dan berbincang-bincang  dengan temannya. Tidak lama kemudian, ada sebuah permainan yang seru untuk bisa mendapatkan bed PMR. Mereka diperintahkan untuk mencari bed dengan cara menebak nama samaran kakak kelas. Jika mereka berhasil menemukan kakak kelas yang dicari dan menjawab soal dengan benar, mereka akan diberi bed. Waktu berjalan selama 1,5 jam dan kegiatan pun selesai. Peserta diklat yang gagal menjawab soal dengan benar akan diberi tantangan tersendiri oleh kakak kelasnya.

Setelah itu, dilanjutkan kegiatan membuat yel-yel kelompok. Setelah yel-yel selesai dibuat, mereka berbaris di lapangan basket untuk menyanyikan yel-yelnya serta yel-yel tersebut akan dinilai olek kak Rafius. Keseruannya tak berkahir di sini, peserta diklat diminta untuk berbaris kembali, tetapi dengan posisi yang berbeda yaitu dengan posisi berbentuk silang yang ditengahnya ada sebuah kantong berisi tepung untuk mereka ambil dan memberinya ke teman dibelakangnya tanpa menoleh ke belakang. Mereka berusaha untuk mengisi kantong di belakang barisannya sebanyak mungkin dengan tepung yang diambil. Tidak terasa, setengah jam telah berlalu, tibalah kita di penghujung acara, ini tandanya kita harus berpisah. Setelah semuanya membereskan barang-barangnya, mereka langsung bergegas pulang.

Untuk para senior, mereka tidak pulang dahulu. Mereka harus membersihkan tempat yang mereka gunakan. Lantai disapu dan dipel, bangku-bangku ditata dengan rapi. Mereka melakukannya secara bersamaan tanpa ada yang mengeluh. Secara tidak sadar, hal ini juga berfungsi untuk membuat akrab dengan satu sama lain. Mereka bertanggung jawab atas kegiatan yang telah mereka lakukan Setelah semuanya bersih, para senior kemudian bergegas untuk pulang.

Pada hari Senin,tanggal 24 Oktober 2016, para peserta diklat melaksanakan tugasnya yang diberi pada saat diklat yaitu menempelkan poster-poster di tembok-tembok sekolah. Semuanya saling bekerja sama dalam menempelkan poster-poster. Mereka saling membagi tugas. Ada yang menempel di kelas dekat kantin, ada yang menempel dekat pintu masuk, dan tempat lainnya. Setelah semua poster tertempel, mereka kemudian kembali ke kelas masing – masing untuk melanjutkan pelajaran.

Di kegiatan diklat PMR ini, seluruh anggota PMR berharap agar dapat bekerja sama lebih baik lagi dalam keadaan suka maupun duka, dapat menghargai semua harkat dan martabat manusia, serta dapat menjadi seorang remaja yang sehat dari narkotika. Selain itu, para anggota PMR juga berharap agar poster–poster yang telah ditempel di tembok-tembok sekolah itu dapat mengingatkan seluruh warga sekolah dalam rangka menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.“Saya ingin mengajak warga SMPN 1 Sedati untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya” ujar Diamond (I-5). Untuk itu, tidakkah kita menjaga lingkungan kita ini agar tetap terlihat bersih, asri, dan sehat. Kalau itu membawa keuntungan untuk kita, kenapa kita tidak melakukan cara untuk mencapai keuntungan itu? Ya kan? Seru kan diklat PMR tahun ini, jangan lupa nantikan diklat PMR selanjutnya yaa! See you next year.  -JerricoNugroho

Share