Berangkat dari keprihatinan peserta didik SMP Negeri 1 Sedati melihat krisis air bersih di daerah rumahnya, mereka kemudian bereksperimen membuat alat penjernih air sederhana.

Apa yang para siswa SMP Negeri 1 Sedati ini lakukan merupakan salah satu contoh praktik baik STEM yang dapat langsung dirasakan manfaatnya.

Pembelajaran STEM pada siswa-siswi SMP Negeri 1 Sedati bertujuan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan krisis air bersih yang terdapat di daerah rumah mereka yang terletak di kawasan padat penduduk, tepat berada di area pasar, terminal, serta tempat pembuangan sampah yang mengakibatkan tanah tercemar.

Kondisi air yang bersumber dari air sumur resapan warnanya kuning dan keruh, serta berbau besi, tentu saja tidak dapat dipergunakan untuk aktivitas sehari-hari, seperti mandi, wudhu dan buang air.

Dari hasil penelitian, siswa menemukan bahan-bahan yang secara efektif dapat menjernihkan air, yaitu ziolit yang berbentuk seperti kerikil dengan ukuran kecil dan sedang, pasir aktif, arang aktif, dan filter akuarium. Bahan-bahan ini kemudian ditakar dan disusun pada wadah yang sudah tidak terpakai, seperti botol air mineral bekas atau pipa. Hasilnya, ketika air tercemar dituang, air yang semula kuning, keruh, dan berbau, menjadi bening dan tidak berbau sama sekali. Bukan sekadar efektif, namun bahan-bahan tersebut harganya pun terjangkau, sehingga terbeli oleh siswa. Keren sekali bukan!