Oleh: Nayla Tri dan Clara Dewi

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Apa kabar sahabat MEDISTI? Semoga selalu sehat dan bahagia, yaa, Aamiin. Artikel kali ini akan membahas tentang suatu kisah yang sangat mengagumkan. Yaitu, Isra’ Mi’raj. Sebelumnya, teman-teman pada tau nggak nih, tentang Isra’ Mi’raj? Kalau gitu, baca artikel ini pelan-pelan yaa! Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan banyak pelajaran mengenai kisah Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra Mi’raj.

Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. (sumber: Wikipedia).

Sebenarnya ada latar belakang dari peristiwa Isra Mi’raj ini loh! Teman-teman mau tahu nggak? Peristiwa Isra Miraj merupakan suatu perjalanan yang diberikan oleh Allah SWT sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad SAW. Mengapa demikian? Karena pada saat itu Nabi Muhammad SAW tengah bersedih lantaran kehilangan pamannya, Abi Thalib, dan istrinya, Khadijah. Dan untuk menghilangkan rasa sedih yang dirasakan oleh Nabi Muhammad SAW, Allah SWT memberikan hadiah berupa  perjalanan Isra Mi’raj.

Masya Allah, ternyata seperti itu latar belakangnya ya. Lalu sebagai umat Muslim, kapan kita memperingati hari Isra Mi’raj? Secara umum Isra Mi’raj diperingati setiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriah. Lantas, bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa ini?

Dalam bahasa Arab, Isra yang berarti perjalanan di malam hari, sedangkan Mi’raj yang berarti kenaikan. Meski dimaknai sebagai suatu peristiwa, tetapi Isra dan Mi’raj terdiri dari dua bagian dari perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Isra merupakan perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW mengendarai Buraq. Apa itu Buraq? Buraq dapat diasumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang kecepatannya diatas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan cahaya.

Sedangkan Mi’raj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Bumi menuju langit ke-7 dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha bertemu dengan Allah SWT untuk menerima perintah langsung. Dalam perjalanan ke Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para Nabi terdahulu di setiap tingkatan dari ketujuh langit, seperti:

  1. Nabi Adam di langit pertama
  2. Nabi Isa dan Nabi Yahya di langit kedua
  3. Nabi Yusuf di langit ketiga
  4. Nabi Idris di langit keempat
  5. Nabi Harun di langit kelima
  6. Nabi Musa di langit keenam
  7. Nabi Ibrahim di langit ketujuh

 

Allah SWT memanggil Rasul untuk menyampaikan perintah mendirikan shalat bagi Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Awalnya, Rasul diperintahkan untuk menjalankan 50 kali shalat. Namun, karena takut umatnya tak bisa menjalankan salat sebanyak 50 waktu, Nabi Muhammad SAW meminta keringanan hingga hanya perlu menjalankan perintah salat 5 waktu dalam sehari semalam.

Sungguh mulia sekali ya, kisah Isra Mi’raj ini. Kita sebagai umat Muslim, tentu saja tidak boleh melupakan kisah yang mengagumkan ini. Sikap kita sebagai umat Muslim terhadap kisah Isra Mi’raj yang dapat kita pelajari yaitu sebagai berikut :

  1. Percaya kemungkinan keajaiban dan kekuatan Ilahi
  2. Dalam setiap kesulitan, pasti ada yang namanya kemudahan
  3. Persahabatan sejati dari kesulitan dan keyakinan yang teguh satu sama lain
  4. Hadiah penting dari Allah SWT
  5. Kewajiban menjalankan shalat lima waktu bagi setiap muslim
  6. Tidak menyia-nyiakan waktu dan memanfaatkannya sebaik mungkin selagi ada kesempatan, dll.

Alhamdulilah, jadi seperti itulah kisah Nabi Muhammad SAW pada peristiwa perjalanan Isra Mi’raj. Sungguh mulia nan agung perjalanan Nabi Muhammad SAW. Semoga artikel ini bisa memberikan banyak sekali pengajaran yang dapat kita petik. Aamiin. Sekian artikel ini, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.